Jangan Sombong, dan Tetap Berada di Jalur Saya (Barli)

UN_Profil (Barli Asmara)Barli Asmara, pria tampan kelahiran 3 Maret 1978 di Bandung ini memulai karirnya dari nol sebagai seorang designer hingga akhirnya kini namanya sudah sangat terkenal bahkan dikalangan artis-artis ternama. Bisnis ini tidak ia jalani sendiri melainkan dengan bantuan teman, sahabat, juga saudara-saudaranya. Pria lulusan London School Public Relation (LSPR) ini membeberkan beberapa strateginya dalam menjalani bisnis sebagai designer. Berikut ini sedikit perbincangan tim kami dengan beliau.

Apa strategi mas Barli dalam menjalani bisnis sebagai seorang designer?

–          Untuk strategi bisnis saya belajar di LSPR yang mana saya ambil komunikasi bisnis dan strategi itu saya praktekkan di butik saya sendiri yang pertama bagaimana saya harus mempublish label saya dengan cara melalui media cetak dan media elektronik, nah cetak itu saat ini bisa dibilang media fashionnya banyak dengan itu kita harus bisa dekat dengan yang namanya fashion editor dan scene editor karena jika sewaktu-waktu jika kita mempunyai koleksi yang dibutuhkan mereka kita langsung aktif foto-foto kita langsung ter-upload di majalah mereka.

–          Selain media cetak ada media elektronik, mungkin beberapa tahun silam saya pernah mengikuti on air dan off air para penyanyi  itu salah satunya atau lebih dipakai untuk acara-acara ulang tahun televisinya atau program televisinya lagi ada acara spesial gitu. Tapi sih lebih banyak kalo untuk media-media relasi kepada yang membutuhkan koleksi-koleksi dari si designer itu sendiri. Strategi lain yaitu saya buat poster dan saya buat website juga. Saya juga bergabung di IPMI(Ikatan Perancang Mode Indonesia) yang tiap tahunnya harus mengadakan show tunggal.

Bagaimana cara mas Barli agar tetap eksis dalam dunia designer ini di samping banyak designer-designer baru yang menunjukkan bakatnya?

–          Yang pasti tuh dengan adanya pertumbuhan itu tidak akan merugikan jadi malah bisa kita lihat bahwa pertumbuhan ini semakin bagus dan dampaknya akan begitu besar  di dunia fashion. Untuk cara tetap eksis untuk pribadi saya untuk tetap berada di jalur saya, di jalur saya itu seperti apa sih misalkan waktu megadakan fashion show itu memang ikut aktif dengan fashion show yang ada di luar negeri sehingga nama kita tetap ter-expose. Dan kita juga jangan sombong tetap menjalin komunikasi dengan relasi-relasi kita di media cetak maupun elektronik.

Penghargaan apa saja yang sudah pernah didapat sebagai designer?

–          Sebagai perancang busana di tahun 2008-2009 saya sudah mendapatkan penghargaan sebagai salah satu designer terbaik di acara DEWI KNIGHT, saya juga mendapatkan Elle Award The Best Designer dari majalah Elle, di majalah AMICA saya juga mendapatkan Young Talented Designer Award, The Best 20 Designer for High End Masterpiece, dari Kartika Magazine sebagai Best Designer of The Year, dari tahun 2010 saya juga dipilih di IPMI Organization sampai sekarang, Designer of Putri Indonesia 2011, Nadine Alexandra for Miss Universe at St. Paolo, Designer Uniform Hotel Indonesia Kempinski, The one of delegation From DKI Jakarta Dinas Pariwisata for Indonesia-Melbourne Festival, Designer of 10 Putri Indonesia Finalist at Grand Final Putri Indonesia 2012, As One Designer Rumah Pesona Kain 2007-2011, Branch other label from Barli Asmara is Aaliyah Asmara at Brunei Darusallam, Brand for ready to wear “Barli by Barli Asmara”, International Textiles and Costumes Congress as Costume Exhibitor October 2011, dan masih banyak lagi penghargaan – penghargaan lainnya.

Event apa saja yang sudah pernah diikuti mas Barli?

–          Banyak banget yah kalau setiap tahunnya. Saya ada Jakarta Fashion Week. Selain IPMI saya juga masuk organisasi yang mengelola pengrajin – pengrajin Indonesia. Ada juga program Metro yaitu Metro Departemen Store. Aku juga ikut Pameran Instalasi. Aku juga aktif di dunia social yaitu waktu itu aku membantu orang – orang yang ingin mewujudkan mimpi, seperti halnya Raffi, saya membantu dia membuat Pagelaran Fashion Show. “Acceleration” IPMI, “Belle Soire” Maire Claire’s 1st anniversary, Max Factor Indonesia launching, Fashion First, Jakarta Fashion Week 2008 & 2009 Dewi Knight, Islamic Fashion Festival, selain itu saya juga membuat wedding untuk pengantin.

Apakah butik yang mas Barli punya hanya untuk kalangan ekslusif saja?

–          Saya tidak pernah mengelompokkan bahwa yang bisa berkunjung atau melihat butik saya adalah orang-orang ekslusif saya selalu menganggap semuanya sama mereka adalah superstar-superstar yang akan membeli koleksi-koleksi dari saya. Jadi kalau ingin mendapatkan dengan langsung kita sudah siapkan beberapa koleksi yang ada tetapi jika yang sudah tersedia tidak cocok dengan postur badannya bisa memesan dahulu.

Bagaimana cara mas Barli bisa menjadi seorang designer yang bisa dibilang sukses saat ini?

–          Seperti yang saya bilang tadi untuk mempertahankan itu tidak mudah jadi saya keep on track atau tetap pada jalur saya yang saya pikir baik dan positif.

Menjadi orang sukses memang butuh proses yang tidak cepat. Di dalam perjalanan menuju kesuksesan itu pasti kita akan mendapatkan rintangan dan kesulitan. Pantang menyerah dan tetap rendah hati itulah kuncinya.^(teks: @indahramadini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s